Secangkir TeH hAngaT
setitik siLuet hangat
menepUk angIn yang kaN jadI mimpI
dalam secangkir ampas hijaU
yang menePuk HujaN jadI meLati
Dan....
aKu ingin mencintaI beLukar
meleBihi cinta HujaN pada dahan
dalaM seecaNgkir teH yang kau suguhkan deNgan hangat
Rabu, 24 November 2010
Kamis, 18 November 2010
persembahan ku
“ Bukan Salah Tuhan “
Bukan salah jika Tuhan ubah kemarau jadi hujan
Bukan salah jika Tuhan ubah tawa jadi gelisah
Bukan salah jika Tuhan ubah siksa jadi duka
Bukan salah jika Tuhan ubah lara tanpa isyarat
Ubah langit biru jadi senja merah
Ubah cinta jadi sembilu
Ubah bumi jadi serdadu
Bukan salah jika Tuhan mengubahnya tanpa waktu
“ Jangan Ubah Aku “
Jangan ubah aku jadi matahari yang mampu bakar kulitmu karna panasku
Jangan ubah aku jadi benang kalut yang mampu pintal dirimu jadi gelisah
tapi ubahlah aku jadi senja biru yang mampu meredam amarahmu
Bukan salah jika Tuhan ubah kemarau jadi hujan
Bukan salah jika Tuhan ubah tawa jadi gelisah
Bukan salah jika Tuhan ubah siksa jadi duka
Bukan salah jika Tuhan ubah lara tanpa isyarat
Ubah langit biru jadi senja merah
Ubah cinta jadi sembilu
Ubah bumi jadi serdadu
Bukan salah jika Tuhan mengubahnya tanpa waktu
“ Jangan Ubah Aku “
Jangan ubah aku jadi matahari yang mampu bakar kulitmu karna panasku
Jangan ubah aku jadi benang kalut yang mampu pintal dirimu jadi gelisah
tapi ubahlah aku jadi senja biru yang mampu meredam amarahmu
Rabu, 17 November 2010
Cinta Ku pada Edelwis
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang putih, halus, dan lembut, begitupun cinta kita yang suci lagi tulus.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang tiada pernah layu meski jatuh dan terberai dari tangkainya, begitupun cinta kita yang abadi dan tiada pernah mati.
Aku tahu sayang, Cintaku. Meski kau tak berucap namun terbesit hasrat di hatimu untuk mendapatkan setangkai bunga abadi perlambang cinta ini. Seperti sekian sahabat perempuanmu yang mendapatkan bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica sebagai kado cinta dari kekasih-kekasihnya.
Namun, cukup sehelai kertas ini saja yang kupersembahkan kepadamu. Janganlah Engkau kecewa, kekasih. Meskipun tanpai setangkai bunga edelweis menyertainya namun sekali lagi kubisikkan kepadamu; kutulis surat cinta ini untukmu sayang, tepat di antara rimbunnya hamparan bunga Edelweis di Alun-alun Suryakencana. Di kaki gunung Gede Pangrango.
Aku yakin kamu paham. Aku tidak akan tega merenggut setangkaipun Sang Anaphalis javanica yang semakin langka dan terancam kepunahan ini. Bukankah kitapun tidak ingin cinta kita sirna dan punah ditelan keegoan diri?.
Dan akupun yakin kamupun tahu bahwa di dalam dada ini ada hati yang lebih abadi ketimbang bunga edelweiss, Sang Anaphalis javanica. Dan semua itu hanya untuk dirimu.
Alun-alun Suryakencana, di antara hamparan bunga edelweis.
Aku yang abadi mencintamu.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang tiada pernah layu meski jatuh dan terberai dari tangkainya, begitupun cinta kita yang abadi dan tiada pernah mati.
Aku tahu sayang, Cintaku. Meski kau tak berucap namun terbesit hasrat di hatimu untuk mendapatkan setangkai bunga abadi perlambang cinta ini. Seperti sekian sahabat perempuanmu yang mendapatkan bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica sebagai kado cinta dari kekasih-kekasihnya.
Namun, cukup sehelai kertas ini saja yang kupersembahkan kepadamu. Janganlah Engkau kecewa, kekasih. Meskipun tanpai setangkai bunga edelweis menyertainya namun sekali lagi kubisikkan kepadamu; kutulis surat cinta ini untukmu sayang, tepat di antara rimbunnya hamparan bunga Edelweis di Alun-alun Suryakencana. Di kaki gunung Gede Pangrango.
Aku yakin kamu paham. Aku tidak akan tega merenggut setangkaipun Sang Anaphalis javanica yang semakin langka dan terancam kepunahan ini. Bukankah kitapun tidak ingin cinta kita sirna dan punah ditelan keegoan diri?.
Dan akupun yakin kamupun tahu bahwa di dalam dada ini ada hati yang lebih abadi ketimbang bunga edelweiss, Sang Anaphalis javanica. Dan semua itu hanya untuk dirimu.
Alun-alun Suryakencana, di antara hamparan bunga edelweis.
Aku yang abadi mencintamu.
HaL yg TaK prernAh Ku suKai
"aKu mengHindarI"
CicaK = mungKin baGi sebagian oraNg itu binataNg biasa saja, taPi bagI ku itu taK biasa. cicaK buat ku merasa cemas hingga detik ini. mungkin karena aKu trauma pada sosoknya, daN sangat taK menyukai teksturnya yaNg licin.
tikuS : apalagi dia, taK pernaH ku sukai hingga detik ini. hih....pokoknya g suka.
pake kipas angin waktu tidur : itu haL yg bisa buat alergi kambUh Lagi.
AC, Debu : Hal yg berbahaya Bagi diriKu. hah hacing..hacing
mencium Bau AlkohOL dan Rokok : very...very disLike, benci, daN bLackList dari diriku. seLalU ilfeel daN menjemukkaN sangat, terutama aLkohoL...entAh haL apa yg membuatKu membenci itu, aKU seLalu muntaH jika Mencium baUNya saja..
CicaK = mungKin baGi sebagian oraNg itu binataNg biasa saja, taPi bagI ku itu taK biasa. cicaK buat ku merasa cemas hingga detik ini. mungkin karena aKu trauma pada sosoknya, daN sangat taK menyukai teksturnya yaNg licin.
tikuS : apalagi dia, taK pernaH ku sukai hingga detik ini. hih....pokoknya g suka.
pake kipas angin waktu tidur : itu haL yg bisa buat alergi kambUh Lagi.
AC, Debu : Hal yg berbahaya Bagi diriKu. hah hacing..hacing
mencium Bau AlkohOL dan Rokok : very...very disLike, benci, daN bLackList dari diriku. seLalU ilfeel daN menjemukkaN sangat, terutama aLkohoL...entAh haL apa yg membuatKu membenci itu, aKU seLalu muntaH jika Mencium baUNya saja..
Selasa, 16 November 2010
FlasH bAck 2
" i met someone spesial "
Dulu, entaH tgL beraPa aKU teLah berteMu dengan SeseOrang yg buat aKu jatuH haTi, sangaT menyenangKan, dan ngangenin.
taPi manisNya hiduP taK selamanyA hiduP,,.
Dia teLaH memiLiki orang Lain.
awaLnya, sebeLUm dia MengaKui teLah memiliki yang lain. aku diam2 memendaM rasa. 1 bulaN saja, aKU jatuh hati padanya.
waktu itu, aku bisa Nyewa DVD bersama, pergi makan berdua, jalan2 berdua samBil lihat Kembang aPI, terus nemenIn aKU ke toKo buku. ituLah kenapa akU selAlu menyukai kembang aPi dan toko Buku.
senja mulai menguning, aKu muLai sadar perasaaN itu harus dihilangkan dari peredaran hatiku.
so far.....sambiL berjalannya hati.
perasaaN itu musnah oleH senja, meski terkadang tumbuh tiba2 di pekarangan hati ini tanpa permisi.
capek hati?
yah memang, tapi itu hiduP, aku g mau terjebak di dalamnya.
sekarang, akU mau jalani hiDup apa adanya. "Kalo jodoH katanya g kemana kan"hehhehehehehe.
Dulu, entaH tgL beraPa aKU teLah berteMu dengan SeseOrang yg buat aKu jatuH haTi, sangaT menyenangKan, dan ngangenin.
taPi manisNya hiduP taK selamanyA hiduP,,.
Dia teLaH memiLiki orang Lain.
awaLnya, sebeLUm dia MengaKui teLah memiliki yang lain. aku diam2 memendaM rasa. 1 bulaN saja, aKU jatuh hati padanya.
waktu itu, aku bisa Nyewa DVD bersama, pergi makan berdua, jalan2 berdua samBil lihat Kembang aPI, terus nemenIn aKU ke toKo buku. ituLah kenapa akU selAlu menyukai kembang aPi dan toko Buku.
senja mulai menguning, aKu muLai sadar perasaaN itu harus dihilangkan dari peredaran hatiku.
so far.....sambiL berjalannya hati.
perasaaN itu musnah oleH senja, meski terkadang tumbuh tiba2 di pekarangan hati ini tanpa permisi.
capek hati?
yah memang, tapi itu hiduP, aku g mau terjebak di dalamnya.
sekarang, akU mau jalani hiDup apa adanya. "Kalo jodoH katanya g kemana kan"hehhehehehehe.
Senin, 15 November 2010
Flash BacK 1
i met AgA sisteR
BerawaL dari kegiataNku sebagai seorang jurnalis, aKu harus mencari berita untuK rubrik profIL. bingung daN bingUng, PimreD menugaskan aKu untUk wawancara dengAN seorang perempuan berbakat, cantIk, daN cukuP terkenaL di Kampus.
hemm, aKU LangsUng tersenyum kembang ketika aKu taHu siapa yaNg dimaksUD,,,yaH dia..dia seoraNg peremPuan cantiK, sangaT cantik yanG aku kagumi karena Cantik hati daN luarNya.
"Briliian, aKU harUs menunggUnya hingga KuliaH selesaI..!
greaT, waktu yanG ditunggu tiba.
caNtik, have the gooD behavior, benar2 terpesona.
pengalamannYa diBidanG modeLing memang tidAk diraGukan Lagi, muLAi dari pemilihaN gadis Pantene, pemilihan Wajah Natasha,Pemilihan Miss Speedy, hingga Pemilihan Miss Indonesia, dia mamPu ikuti dengaN baIk.
teraKhir ketika dia Mengikuti pemilihan Miss Indonesia 2010, sunGGuh buatkU bangga. dia Menyabet predikat Rambut terindah...
Yah memaNg rambutnya sangat IndaH.
dia darI keLuarga baik2,penuh dengan Cinta, penuH kasiH sayaNG, adIk2 yg penyayng, ortu yang berada dan cinta, bahkan memiliki kekasih yang sangat Baik, tampaN, berkedudukan, dan tentu sayaNg padanya. hmmm, satu lagi, sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, daN aku menunggU Undangannya Sist....
terKadaNg ketika aKU meLIhatnya, hiduPnya seakan sempURna, naMUn aku taHu, sempurnA itu beLum tentU sempurna Baginya. daN pelajaraN yg mampU ku petiK dari dirinya adalah : menJadi wanita yanG cantik itu tidaK hanYa menjaga penampilan fisiknya, tetapi bagaiMAna dia bersikap, berpikir, daN bercakap. dAn untUK meraIh kebahagIan itu tidAk harUs meLIhat apa yg lebih di atasmu, taPI tengoklah apa yang kurang di bawahmu.
ituLAh AGa Sist di MAtaKU, di awaL kaLI pertamA aKu menginterpretasikan Siapa dirinYA..
BerawaL dari kegiataNku sebagai seorang jurnalis, aKu harus mencari berita untuK rubrik profIL. bingung daN bingUng, PimreD menugaskan aKu untUk wawancara dengAN seorang perempuan berbakat, cantIk, daN cukuP terkenaL di Kampus.
hemm, aKU LangsUng tersenyum kembang ketika aKu taHu siapa yaNg dimaksUD,,,yaH dia..dia seoraNg peremPuan cantiK, sangaT cantik yanG aku kagumi karena Cantik hati daN luarNya.
"Briliian, aKU harUs menunggUnya hingga KuliaH selesaI..!
greaT, waktu yanG ditunggu tiba.
caNtik, have the gooD behavior, benar2 terpesona.
pengalamannYa diBidanG modeLing memang tidAk diraGukan Lagi, muLAi dari pemilihaN gadis Pantene, pemilihan Wajah Natasha,Pemilihan Miss Speedy, hingga Pemilihan Miss Indonesia, dia mamPu ikuti dengaN baIk.
teraKhir ketika dia Mengikuti pemilihan Miss Indonesia 2010, sunGGuh buatkU bangga. dia Menyabet predikat Rambut terindah...
Yah memaNg rambutnya sangat IndaH.
dia darI keLuarga baik2,penuh dengan Cinta, penuH kasiH sayaNG, adIk2 yg penyayng, ortu yang berada dan cinta, bahkan memiliki kekasih yang sangat Baik, tampaN, berkedudukan, dan tentu sayaNg padanya. hmmm, satu lagi, sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, daN aku menunggU Undangannya Sist....
terKadaNg ketika aKU meLIhatnya, hiduPnya seakan sempURna, naMUn aku taHu, sempurnA itu beLum tentU sempurna Baginya. daN pelajaraN yg mampU ku petiK dari dirinya adalah : menJadi wanita yanG cantik itu tidaK hanYa menjaga penampilan fisiknya, tetapi bagaiMAna dia bersikap, berpikir, daN bercakap. dAn untUK meraIh kebahagIan itu tidAk harUs meLIhat apa yg lebih di atasmu, taPI tengoklah apa yang kurang di bawahmu.
ituLAh AGa Sist di MAtaKU, di awaL kaLI pertamA aKu menginterpretasikan Siapa dirinYA..
Jumat, 12 November 2010
Cerpen Untuk Sahabat G'Mook-Ku
Big book g-mook
Persahabatan, bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama, siapa yang datang pertama atau yang paling perhatian. Tapi persahabatan adalah tentang siapa yang datang dan tidak pernah pergi.
..................................................................................................................................................................
Sekitar 5 tahun silam, bukan sengaja membentuk gank dengan nama “ G-MOOK”, tapi semua terjalin dengan apa adanya dan berkumpul menjadi satu. Semula, semua memandang anak-anak G-MOOK dengan pandangan sinis. G-MOOK hanya salah satu dari mereka, yang menamakan persahabatannya dengan nama unik bahkan aneh di telinga. Mungkin saja karena badan mereka yang tambun alias gemuk dan padat berisi. Karena itu urutan anak G-MOOK dari Big Bos bernama Ramon, Omy, Giok, Ode, Yoga, Simpung, Rojib, dan Badai. Apapun namanya yang pasti persahabatan mereka terus terjalin hingga tua.
10 tahun sudah G-MOOK menjalin persahabatan, kini mereka telah menuai kesuksesan. Sebulan yang lalu Prima kembali dari Jakarta, setelah dia menyelesaikan kuliahnya disana. Kini Prima kembali ke Surabaya dan lulus dengan gelar Sarjana Sastra Indonesia. Prima ialah sahabat cewek G-MOOK sejak SMA di Surabaya. Prima begitu merindukan Surabaya dan sahabat G-MOOK. Dia kembali menghubungi mereka dan mengatakan jika Prima sudah kembali ke Surabaya.
Mereka membuat janji untuk bertemu di salah satu mall tempat mereka dulu sering nongkrong. Pertemuan itu benar-benar mengharukan.
“ Prima dimana ya ? “ tanya Ramon pada G-MOOK lainnya.
“ E..Eh..itu Prima g sih? Jawab Yoga.
“ Ayo kita samperin dia, sepertinya sih iya.”
Mereka mendekati gadis berambut panjang yang sedang duduk sendiri dan asik mengutik laptop di salah satu meja dekat jendela.
“ Emm…Prima?”
“ Ramon……Badai……Yoga…..Giok…?” Prima terkejut bertemu dengan mereka semua, dan saling berpelukan untuk melepaskan rindu.
“ Gila ni anak berubah banget, aku kira ni cewek siapa…eh ternyata kamu Prim.” Ramon masih tidak menyangka bisa melihat Prima lagi.
“ Gila…kamu benar-benar berubah semenjak tinggal di Jakarta, makan apa aja lu?” Yoga menambah komentarnya dengan ceplos.
“ Prima tambah cantik ya, apalagi rambutnya panjang. Padahal kan dulu kamu tidak pernah berambut panjang, selalu aja pendek. Eh sekarang makin cakep aja.” Giliran Giok yang memuji Prima.
“ Ya ampun kalian semua kenapa sih, biasa aja kali. Yang ada tuh aku yang makin pangling dengan kalian, ternyata kita uda dewasa ya. Wajah-wajah kalian, badan kalian agak tirusan. Apalagi Ramon, dulu kan gemuk..eh sekarang bisa kurus juga toh.”
Mereka tertawa bersama dan saling bercerita satu sama lain. Tapi sayang, yang datang hanya Ramon, Giok, Yoga, dan Badai.
“ Loh yang lainnya mana, kok tidak ikut?”
“Sekarang Omy sudah berkeluarga dan minggu depan dia akan menjadi seorang bapak, Ode sekarang pindah ke Bandung dan mencoba menjajaki profesi sebagai sutradara film, dan dia bilang sebentar lagi akan mengikuti sebuah Festival Film Bandung, lalu Simpung dan Rojib tidak tahu lagi kabar beritanya, mereka sudah pindah kemana tanpa kabar.”
“ Lalu Riska, gimana kabarnya?”
“ Riska sudah menikah dengan salah satu pengusaha, sekarang dia bekerja di salah satu Bank di Surabaya.”
“ Menikah, kenapa aku tidak diberitahu dan diundang?” Prima begitu kaget.
“ Kita semua sudah berusaha menghubungi kamu dan mengirim undangan pernikan itu ke kamu, tapi kami susah sekali menghubungi kamu.”
“ Hemmm…maaf ya, waktu itu hp ku sedang rusak.”
“ Kamu sendiri gimana, udah nikah apa belum…nggak pengen cepet-cepet nyusul si Riska?”
“ Emm, bulan depan aku mau tunangan. Kalian harus datang ya.”
“ Gila aja kalau nyamperin ke Jakarta.”
“ Tenang…pertunangan dan pernikahanku insya Allah di Surabaya.”
“ Yang bener…sama siapa?”
“ Ada deh…pokoknya datang aja, nanti juga tahu sendiri. Nanti aku kasi tahu lagi deh. Eh..aku juga mau bilang, sebentar lagi aku mau meluncurkan novel pertamaku loh, dan kalian wajib datang saat aku promo nanti ya, di salah satu toko buku, minggu depan.”
“ Oh ya, buku apaan?”
“ Wah kalau nggak ada ceritanya si Ramon ini aku ng’mau ah datang.”
“ Yah kalian kok gitu sih. Udah deh pkoknya kalian bakal tahu sendiri dan kalian wajib punya bukunya. Oke .”
Perbincangan mereka semakin seru dan malam pun kian larut. Setelah reunian kecil itu, dan setelah beberapa minggu kemudian. Prima sedang mempersiapkan promo novel pertamanya di salah satu toko buku di Surabaya. Acara yang berlangsung sore hari itu merupakan hari yang membuat Prima bahagia. Tanpa sepengetahuannya sebagian teman-teman SMA Prima di Surabaya yang mengenal Prima datang untuk bertemu dan membeli novel Prima. Dan hal yang membahagiakannya lagi, G-MOOK datang bersama-sama, baik Riska dengan suaminya, Omy dengan istrinya.
Novel pertamanya yang berjudul “ BIG BOOK G-MOOK “ tersebut merupakan cerita perjalanan yang ia rangkai menjadi sebuah cerita seru tentang hidup Prima bersama G-MOOK. Semakin mendekati waktunya, Prima begitu bahagia, karena dia tidak pernah menyangka begitu besar antusias teman-temannya terhadap karyanya yang kali pertama ia luncurkan. Di sudut ruang pun ia melihat sosok pria tampan yang akan menjadi pasangan hidupnya. Namanya Jagat, kekasih yang akan menjadi calon suaminya. Tak lama peluncuran itu dimulai, tanya jawab pun menyertai suasana, suasana di toko buku itu pun menjadi lebih hangat ketika salah seorang pengunujng menanyakan suatu pertanyaan pada Prima.
“ Wah, novelnya seru dan penuh warna kehidupan mbk. Prima dan juga sahabat-sahabatnya, tapi kenapa harus bersambung mbk, kira-kira akhirnya happy or sad ending nih?.”
“ Emm..kalau soal itu saya masih belum memikirkannya, tunggu saja. Itulah yang ingin saya sugukan pada pembaca untuk menebak-nebak dan penasaran.” Jawab Prima dengan senyuman manisnya.
Tiba-tiba lampu dalam ruangan tersebut padam, semua menjadi gaduh. Tapi sejenak kemudian lampu itu menyala dan tak disangka sosok Jagat datang dengan membacakan sebait sajak untuk Prima.
Senjamu tersenyum manja untuk ku
di hamparan luas dia terpa badai angin dengan gigil
dia mulai tancapkan jarum kegelisahan pada tubuhku
hingga ku basah olehnya
Prima seakan terhipnotis tak berdaya, tertegun melihat Jagat membacakan sebuah sajak yang ia buat sendiri untuknya.
“ Prima, disini aku berdiri tanpa tiang mungkin aku akan goyah ketika badai mulai menerpaku, tetapi aku tak ingin semua itu terjadi. Karena aku ingin tiang itu menjadi kamu. Prima, mungkin aku tak akan pernah bisa merangkai sajak indah seperti pujangga, aku hanya ingin merubah kata-kata Sapardi Djoko Damono bahwa aku ingin meminangmu dengan sederhana, dengan cinta sederhana, dengan semua yang sederhana. Aku ingin menemukan tulung rusukku yang hilang, dan aku yakin itu kamu Prima.” Jagat mengungkapkan perasaannya dihadapan semua orang. Dia ingin meminang Prima. Saat itu pula perasaan Prima menjadi satu, bahagia, haru, dan terkejut.
Persahabatan, bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama, siapa yang datang pertama atau yang paling perhatian. Tapi persahabatan adalah tentang siapa yang datang dan tidak pernah pergi.
..................................................................................................................................................................
Sekitar 5 tahun silam, bukan sengaja membentuk gank dengan nama “ G-MOOK”, tapi semua terjalin dengan apa adanya dan berkumpul menjadi satu. Semula, semua memandang anak-anak G-MOOK dengan pandangan sinis. G-MOOK hanya salah satu dari mereka, yang menamakan persahabatannya dengan nama unik bahkan aneh di telinga. Mungkin saja karena badan mereka yang tambun alias gemuk dan padat berisi. Karena itu urutan anak G-MOOK dari Big Bos bernama Ramon, Omy, Giok, Ode, Yoga, Simpung, Rojib, dan Badai. Apapun namanya yang pasti persahabatan mereka terus terjalin hingga tua.
10 tahun sudah G-MOOK menjalin persahabatan, kini mereka telah menuai kesuksesan. Sebulan yang lalu Prima kembali dari Jakarta, setelah dia menyelesaikan kuliahnya disana. Kini Prima kembali ke Surabaya dan lulus dengan gelar Sarjana Sastra Indonesia. Prima ialah sahabat cewek G-MOOK sejak SMA di Surabaya. Prima begitu merindukan Surabaya dan sahabat G-MOOK. Dia kembali menghubungi mereka dan mengatakan jika Prima sudah kembali ke Surabaya.
Mereka membuat janji untuk bertemu di salah satu mall tempat mereka dulu sering nongkrong. Pertemuan itu benar-benar mengharukan.
“ Prima dimana ya ? “ tanya Ramon pada G-MOOK lainnya.
“ E..Eh..itu Prima g sih? Jawab Yoga.
“ Ayo kita samperin dia, sepertinya sih iya.”
Mereka mendekati gadis berambut panjang yang sedang duduk sendiri dan asik mengutik laptop di salah satu meja dekat jendela.
“ Emm…Prima?”
“ Ramon……Badai……Yoga…..Giok…?” Prima terkejut bertemu dengan mereka semua, dan saling berpelukan untuk melepaskan rindu.
“ Gila ni anak berubah banget, aku kira ni cewek siapa…eh ternyata kamu Prim.” Ramon masih tidak menyangka bisa melihat Prima lagi.
“ Gila…kamu benar-benar berubah semenjak tinggal di Jakarta, makan apa aja lu?” Yoga menambah komentarnya dengan ceplos.
“ Prima tambah cantik ya, apalagi rambutnya panjang. Padahal kan dulu kamu tidak pernah berambut panjang, selalu aja pendek. Eh sekarang makin cakep aja.” Giliran Giok yang memuji Prima.
“ Ya ampun kalian semua kenapa sih, biasa aja kali. Yang ada tuh aku yang makin pangling dengan kalian, ternyata kita uda dewasa ya. Wajah-wajah kalian, badan kalian agak tirusan. Apalagi Ramon, dulu kan gemuk..eh sekarang bisa kurus juga toh.”
Mereka tertawa bersama dan saling bercerita satu sama lain. Tapi sayang, yang datang hanya Ramon, Giok, Yoga, dan Badai.
“ Loh yang lainnya mana, kok tidak ikut?”
“Sekarang Omy sudah berkeluarga dan minggu depan dia akan menjadi seorang bapak, Ode sekarang pindah ke Bandung dan mencoba menjajaki profesi sebagai sutradara film, dan dia bilang sebentar lagi akan mengikuti sebuah Festival Film Bandung, lalu Simpung dan Rojib tidak tahu lagi kabar beritanya, mereka sudah pindah kemana tanpa kabar.”
“ Lalu Riska, gimana kabarnya?”
“ Riska sudah menikah dengan salah satu pengusaha, sekarang dia bekerja di salah satu Bank di Surabaya.”
“ Menikah, kenapa aku tidak diberitahu dan diundang?” Prima begitu kaget.
“ Kita semua sudah berusaha menghubungi kamu dan mengirim undangan pernikan itu ke kamu, tapi kami susah sekali menghubungi kamu.”
“ Hemmm…maaf ya, waktu itu hp ku sedang rusak.”
“ Kamu sendiri gimana, udah nikah apa belum…nggak pengen cepet-cepet nyusul si Riska?”
“ Emm, bulan depan aku mau tunangan. Kalian harus datang ya.”
“ Gila aja kalau nyamperin ke Jakarta.”
“ Tenang…pertunangan dan pernikahanku insya Allah di Surabaya.”
“ Yang bener…sama siapa?”
“ Ada deh…pokoknya datang aja, nanti juga tahu sendiri. Nanti aku kasi tahu lagi deh. Eh..aku juga mau bilang, sebentar lagi aku mau meluncurkan novel pertamaku loh, dan kalian wajib datang saat aku promo nanti ya, di salah satu toko buku, minggu depan.”
“ Oh ya, buku apaan?”
“ Wah kalau nggak ada ceritanya si Ramon ini aku ng’mau ah datang.”
“ Yah kalian kok gitu sih. Udah deh pkoknya kalian bakal tahu sendiri dan kalian wajib punya bukunya. Oke .”
Perbincangan mereka semakin seru dan malam pun kian larut. Setelah reunian kecil itu, dan setelah beberapa minggu kemudian. Prima sedang mempersiapkan promo novel pertamanya di salah satu toko buku di Surabaya. Acara yang berlangsung sore hari itu merupakan hari yang membuat Prima bahagia. Tanpa sepengetahuannya sebagian teman-teman SMA Prima di Surabaya yang mengenal Prima datang untuk bertemu dan membeli novel Prima. Dan hal yang membahagiakannya lagi, G-MOOK datang bersama-sama, baik Riska dengan suaminya, Omy dengan istrinya.
Novel pertamanya yang berjudul “ BIG BOOK G-MOOK “ tersebut merupakan cerita perjalanan yang ia rangkai menjadi sebuah cerita seru tentang hidup Prima bersama G-MOOK. Semakin mendekati waktunya, Prima begitu bahagia, karena dia tidak pernah menyangka begitu besar antusias teman-temannya terhadap karyanya yang kali pertama ia luncurkan. Di sudut ruang pun ia melihat sosok pria tampan yang akan menjadi pasangan hidupnya. Namanya Jagat, kekasih yang akan menjadi calon suaminya. Tak lama peluncuran itu dimulai, tanya jawab pun menyertai suasana, suasana di toko buku itu pun menjadi lebih hangat ketika salah seorang pengunujng menanyakan suatu pertanyaan pada Prima.
“ Wah, novelnya seru dan penuh warna kehidupan mbk. Prima dan juga sahabat-sahabatnya, tapi kenapa harus bersambung mbk, kira-kira akhirnya happy or sad ending nih?.”
“ Emm..kalau soal itu saya masih belum memikirkannya, tunggu saja. Itulah yang ingin saya sugukan pada pembaca untuk menebak-nebak dan penasaran.” Jawab Prima dengan senyuman manisnya.
Tiba-tiba lampu dalam ruangan tersebut padam, semua menjadi gaduh. Tapi sejenak kemudian lampu itu menyala dan tak disangka sosok Jagat datang dengan membacakan sebait sajak untuk Prima.
Senjamu tersenyum manja untuk ku
di hamparan luas dia terpa badai angin dengan gigil
dia mulai tancapkan jarum kegelisahan pada tubuhku
hingga ku basah olehnya
Prima seakan terhipnotis tak berdaya, tertegun melihat Jagat membacakan sebuah sajak yang ia buat sendiri untuknya.
“ Prima, disini aku berdiri tanpa tiang mungkin aku akan goyah ketika badai mulai menerpaku, tetapi aku tak ingin semua itu terjadi. Karena aku ingin tiang itu menjadi kamu. Prima, mungkin aku tak akan pernah bisa merangkai sajak indah seperti pujangga, aku hanya ingin merubah kata-kata Sapardi Djoko Damono bahwa aku ingin meminangmu dengan sederhana, dengan cinta sederhana, dengan semua yang sederhana. Aku ingin menemukan tulung rusukku yang hilang, dan aku yakin itu kamu Prima.” Jagat mengungkapkan perasaannya dihadapan semua orang. Dia ingin meminang Prima. Saat itu pula perasaan Prima menjadi satu, bahagia, haru, dan terkejut.
Puisi SenjaKu
"SAJAK YANG GERIMIS"
aku mendengar dalam riuh hujan
setapak rasa gundah
yang belum sempat tersampaikan pada senja
ada rasa yang menjadi jingga
karna jarumnya yang basah
kembali resah
aku ingin merangkai kata
menjadi sajak gerimis untuk ibunda
"ADA LARA KU"
andai saja hujan tau
bagaimana aku membawa rasa lara
yang telah menghujam tubuhku
tubuhku yang mulai letih
ingin kuhanyutkan
lara itu bersamanya
ingin ku nanti mentari menyeringai katup-katup bunga
yang mulai lugu mengembang
"CINTA EDELWIS"
apalagi yang mampu kutulis
jika gerimis enggan merobek rasa sesak yang lama mengendap
dalam selaput jantungku
apalagi yang mampu ku lebarkan
jika awan belum menyapaku
dengan senyumnya yang nakal
sebenarnya....................
ku ingin bawa cinta edelwis
bersama para laskar yang telah
menemaniku dari peradaban
menanti hujan berubah jadi senja tawa
yang kan merajut mimpi dan cinta untuk hiasan
hidupku yang tak mau lusuh
"LESTARI"
ada guratan senja
yang ku intip dari tiap selangkang pepohonan
melengkung pesona dikala matahari berganti rintisan hujan
dibawah tabuhan gema adzan maghrib
ku ucapkan salam pada pertiwi
dan Lestari.........
biarkanlah awan tenggelam dalam catatan hitamnya
diatas batu gersang yang kian
mengobrak-abrik bumimu
dari kaki-kaki malaikat
"SENYUM ILALANG"
ketika musim mengguratkan senyumnya diatas tirai putih
ku genggam tangan kecilnya menyebrangi birunya cinta
untuk meratap ilalang diujung peniup seruling
sebelum matahari mendekati malam
dan bulan mendekati pagi
biarkan senyum ilalang ini kian mengembang untuk ibunda
aku mendengar dalam riuh hujan
setapak rasa gundah
yang belum sempat tersampaikan pada senja
ada rasa yang menjadi jingga
karna jarumnya yang basah
kembali resah
aku ingin merangkai kata
menjadi sajak gerimis untuk ibunda
"ADA LARA KU"
andai saja hujan tau
bagaimana aku membawa rasa lara
yang telah menghujam tubuhku
tubuhku yang mulai letih
ingin kuhanyutkan
lara itu bersamanya
ingin ku nanti mentari menyeringai katup-katup bunga
yang mulai lugu mengembang
"CINTA EDELWIS"
apalagi yang mampu kutulis
jika gerimis enggan merobek rasa sesak yang lama mengendap
dalam selaput jantungku
apalagi yang mampu ku lebarkan
jika awan belum menyapaku
dengan senyumnya yang nakal
sebenarnya....................
ku ingin bawa cinta edelwis
bersama para laskar yang telah
menemaniku dari peradaban
menanti hujan berubah jadi senja tawa
yang kan merajut mimpi dan cinta untuk hiasan
hidupku yang tak mau lusuh
"LESTARI"
ada guratan senja
yang ku intip dari tiap selangkang pepohonan
melengkung pesona dikala matahari berganti rintisan hujan
dibawah tabuhan gema adzan maghrib
ku ucapkan salam pada pertiwi
dan Lestari.........
biarkanlah awan tenggelam dalam catatan hitamnya
diatas batu gersang yang kian
mengobrak-abrik bumimu
dari kaki-kaki malaikat
"SENYUM ILALANG"
ketika musim mengguratkan senyumnya diatas tirai putih
ku genggam tangan kecilnya menyebrangi birunya cinta
untuk meratap ilalang diujung peniup seruling
sebelum matahari mendekati malam
dan bulan mendekati pagi
biarkan senyum ilalang ini kian mengembang untuk ibunda
Langganan:
Postingan (Atom)
MalaNg ku keNanganku
@Malang Tempo Dulu, setitik jejaK ku seteLah bertahun2 pindaH Surabaya. MalaNg ku rindUnya sejuknya
