Jumat, 12 November 2010

Puisi SenjaKu

"SAJAK YANG GERIMIS"

aku mendengar dalam riuh hujan
setapak rasa gundah
yang belum sempat tersampaikan pada senja

ada rasa yang menjadi jingga
karna jarumnya yang basah
kembali resah

aku ingin merangkai kata
menjadi sajak gerimis untuk ibunda

"ADA LARA KU"

andai saja hujan tau
bagaimana aku membawa rasa lara
yang telah menghujam tubuhku
tubuhku yang mulai letih

ingin kuhanyutkan
lara itu bersamanya
ingin ku nanti mentari menyeringai katup-katup bunga
yang mulai lugu mengembang

"CINTA EDELWIS"

apalagi yang mampu kutulis
jika gerimis enggan merobek rasa sesak yang lama mengendap
dalam selaput jantungku

apalagi yang mampu ku lebarkan
jika awan belum menyapaku
dengan senyumnya yang nakal
sebenarnya....................

ku ingin bawa cinta edelwis
bersama para laskar yang telah
menemaniku dari peradaban
menanti hujan berubah jadi senja tawa
yang kan merajut mimpi dan cinta untuk hiasan
hidupku yang tak mau lusuh

"LESTARI"

ada guratan senja
yang ku intip dari tiap selangkang pepohonan
melengkung pesona dikala matahari berganti rintisan hujan
dibawah tabuhan gema adzan maghrib
ku ucapkan salam pada pertiwi
dan Lestari.........

biarkanlah awan tenggelam dalam catatan hitamnya
diatas batu gersang yang kian
mengobrak-abrik bumimu
dari kaki-kaki malaikat

"SENYUM ILALANG"

ketika musim mengguratkan senyumnya diatas tirai putih
ku genggam tangan kecilnya menyebrangi birunya cinta
untuk meratap ilalang diujung peniup seruling
sebelum matahari mendekati malam
dan bulan mendekati pagi
biarkan senyum ilalang ini kian mengembang untuk ibunda

1 komentar:

MalaNg ku keNanganku

MalaNg ku keNanganku
@Malang Tempo Dulu, setitik jejaK ku seteLah bertahun2 pindaH Surabaya. MalaNg ku rindUnya sejuknya