Rabu, 17 November 2010

Cinta Ku pada Edelwis

Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.

Gambar bunga edelweiss
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang putih, halus, dan lembut, begitupun cinta kita yang suci lagi tulus.
Kamu tahu sayang, Cintaku. Laksana bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica yang tiada pernah layu meski jatuh dan terberai dari tangkainya, begitupun cinta kita yang abadi dan tiada pernah mati.
Aku tahu sayang, Cintaku. Meski kau tak berucap namun terbesit hasrat di hatimu untuk mendapatkan setangkai bunga abadi perlambang cinta ini. Seperti sekian sahabat perempuanmu yang mendapatkan bunga edelweis, Sang Anaphalis javanica sebagai kado cinta dari kekasih-kekasihnya.
Namun, cukup sehelai kertas ini saja yang kupersembahkan kepadamu. Janganlah Engkau kecewa, kekasih. Meskipun tanpai setangkai bunga edelweis menyertainya namun sekali lagi kubisikkan kepadamu; kutulis surat cinta ini untukmu sayang, tepat di antara rimbunnya hamparan bunga Edelweis di Alun-alun Suryakencana. Di kaki gunung Gede Pangrango.
Aku yakin kamu paham. Aku tidak akan tega merenggut setangkaipun Sang Anaphalis javanica yang semakin langka dan terancam kepunahan ini. Bukankah kitapun tidak ingin cinta kita sirna dan punah ditelan keegoan diri?.
Dan akupun yakin kamupun tahu bahwa di dalam dada ini ada hati yang lebih abadi ketimbang bunga edelweiss, Sang Anaphalis javanica. Dan semua itu hanya untuk dirimu.
Alun-alun Suryakencana, di antara hamparan bunga edelweis.
Aku yang abadi mencintamu.

4 komentar:

  1. hemmmmm
    sEmua butuh kesabara, perjuangan juga pengorbnan
    betapapun kita telah mendapatkan sebuah cinta, namun kita masih butuh perjuangan untuk mempertahankannya!!
    segalanya kita jalani dg keiklhsan hati. pasti akan mudah laksana angin ynag selalu menggotahkan tangkai2 edelwis...

    BalasHapus
  2. PerjuangaN itU taK kaN pernAh LelaH untUk bisa ku raIh, mesKi terkadaNg peLuh air MataKU taK mamPu Lg kelUar.
    smG edeLwis tw betaPa besar perJuangnKu tguK dapatKan segaLanya

    BalasHapus
  3. aku pengen jadi Akar dari bunga Edelwis aja deh,,, Meski jarang yang nyari tapi pasti disitu ada Edelwis,,, mana mungkin gak ada akarnya???? :D

    BalasHapus
  4. hahahhahaha, akaR???
    mantapppp, mencintai EdelWiss taK hanya BUnganyA, tP AkarNya...
    UNyuk

    BalasHapus

MalaNg ku keNanganku

MalaNg ku keNanganku
@Malang Tempo Dulu, setitik jejaK ku seteLah bertahun2 pindaH Surabaya. MalaNg ku rindUnya sejuknya